3/13/2015

Fukubukuro: Tas Keberuntungan di Jepang!

Halo (^O^)/

Pada postingan kali ini, kami akan membahas mengenai 福袋 (dibaca: fukubukuro) di Jepang. Apakah kamu sudah pernah mendengar atau mengetahui tentang fukubukuro ini?

Kalau dilihat dari tulisan kanjinya, fukubukuro terdiri dari kanji 福 (dibaca: fuku) yang artinya keberuntungan dan 袋 (dibaca: fukuro/bukuro) yang artinya kantung atau tas. Jadi, fukubukuro dapat diartikan sebagai tas atau kantung keberuntungan. Kenapa disebut begitu? Karena semua barang yang terdapat di dalam tas tersebut dijual dengan 1 harga saja, misalnya 10.000 yen. 


Kamu bisa menemukan fukubukuro di Jepang pada akhir tahun dan awal tahun baru, karena hampir seluruh toko di Jepang ikut berpartisipasi menyediakan fukubukuro khas toko mereka. Sebenarnya, fukubukuro ini merupakan salah satu tradisi di Jepang dalam menyambut tahun baru. Penduduk Jepang percaya bahwa ketika menyambut tahun baru, sebaiknya barang-barang pada tahun sebelumnya dibersihkan seluruhnya agar dapat digantikan dengan keberuntungan di awal tahun baru. 

Adanya kepercayaan seperti itu, membuat para pemilik toko di Jepang menjual produk-produk tahun sebelumnya dengan cara memasukkan produk tersebut ke dalam kantung tertutup dan dijual dengan harga yang murah. Walaupun kita dapat membeli kantung ini dengan harga murah, bukan berarti kualitasnya jelek lho. Kualitas produk yang dijual masih bagus bahkan terkadang ada juga produk keluaran terbaru.


Fukubukuro ini mudah dikenali karena biasanya berwarna merah dan memiliki tulisan 福 di depan kantungnya. Isinya dapat berbagai macam, mulai dari pakaian hingga gadget terbaru seperti produk Apple. Namun, kita tidak bisa melihat isi kantung dan memilih produk yang kita inginkan saja  karena biasanya sudah dibungkus rapi oleh pemilik toko. Jadi, benar-benar tergantung dari keberuntungan kita.



Kalau kamu ingin membeli fukubukuro, kami sarankan untuk mendatangi toko favorit kamu lebih awal. Alasannya, untuk beberapa toko terkenal, seperti Apple, banyak orang-orang yang rela mengantri dari jam 5 pagi demi mendapatkan fukubukuro Apple. Harganya bervariasi, mulai dari 5000 yen hingga 100.000 yen, tergantung toko apa yang kamu kunjungi. Membeli fukubukuro ini mungkin dapat diibaratkan dengan belanja midnight sale yang sering diadakan di shopping mall di Indonesia.



Beberapa produk yang terdapat dalam Fukubukuro Apple

Gimana? tertarik untuk membeli fukubukuro juga? Jangan lupa siapin budget lebih ya, karena biasanya banyak godaan ketika membeli kantung keberuntungan ini.

Semoga bermanfaat.
Cheers,
 ~Study Go Japan~ (Monica)

    

3/06/2015

Jumatan di Jepang

Hallo. Kali ini kami akan membahas tentang jumatan di Jepang.

Yang menjadi kekhawatiran kaum pria khususnya yang beragama muslim yang akan merantau ke Jepang adalah Sholat Jumat. Bagaimana tidak? Jepang bukan negara dengan penduduk muslim mayoritas. Bahkan akhir-akhir ini imej Islam di Jepang sedang memburuk menyusul serangakaian tindakan oleh kelompok Islam separatis yang tengah berkecamuk di Timur Tengah. Berita pemenggalan kedua wartawan Jepang menjadi tambah memperburuk imej Islam di Jepang.

Namun tidaklah perlu takut jika kita bukan bagian dari kelompok separatis yang ada di Timur Tengah. Jauh sebelum itu hubungan Jepang dengan negara-negara muslim cukup mesra, khususnya sebagai mitra bisnis.


Baiklah sekarang kita masuk ke topik Sholat Jumat di Jepang. Ada sebagian pasti yang bingung bagaimana mengatur jadwal sekolah dengan waktu sholat jumat di Jepang. Berbeda dengan di sini, waktu istirahat sekolah atau jam kantor di Jepang pada hari Jumat sama saja dengan hari biasa. Belum lagi kita harus cari masjid yang menyelenggarakan sholat jumat. Rata-rata yang menyelenggarakannya adalah masjid besar di kota-kota besar, seperti Tokyo misalnya. Sedangkan kita tinggal di daerah pinggiran kota, sangat susah sekali dan sangat memakan waktu lama. Bagaimana kalau kita terlambat masuk kelas?

Di sini akan kita uraikan bagaimana tips bergaul sekaligus menjadi pria muslim yang baik pada saat merantau ke Jepang.


1. Bergaul dengan sesama muslim dari berbagai negara.

Yang pasti jika berbicara study abroad gak jauh-jauh dari temen orang asing. Pastinya saat kita belajar ke Jepang, pasti bertemu orang dari seluruh penjuru bumi untuk belajar dan bertarung di Jepang, tentu saja dengan patokannya cita-cita masing-masing. Nah, tentunya dari berbagai macam suku bangsa yang merantau ke Jepang, pasti ada yang dari negara muslim. Sebut saja yang tidak usah jauh-jauh, tetangga paling mesra kita, Malaysia. Tidak usah gengsi karena masalah politik kedua negara, karena pada saat sedang menjadi anak rantau kita semua sama statusnya, yaitu pelajar/mahasiswa asing. Apalagi yang muslim, saudara semuslim. Selanjutnya dari negara muslim lainnya, yaitu Brunei, Turki, Mesir, Pakistan, Iran, dan banyak lagi muslim dunia yang sedang belajar di Jepang.

Mengapa kita harus bergaul dengan orang-orang ini? Pertama jelas, kita adalah makhluk sosial. Kedua sesama muslim memang harus memperat persaudaraan. Ketiga karena sama-sama punya nasib dengan masalah jadwal sholat jumat dan kegiatan keagamaan lainnya, seperti sholat taraweh, dan kegiatan lain di bulan Ramadhan.

Admin di sini akan coba sedikit berbagi pengalaman pada saat merantau di Jepang. Tentu saja mengenai sholat jumat.

Jadwal kuliah seperti biasa senin sampai jumat, dari jam 09.00 sampai jam 17.00. Kadang ada satu hari yang padat, kadang ada yang hanya 1-2 kuliah. Kebetulan jadwal hari Jumat hampir mepet dengan jadwal sholat jumat. Biasanya sholat jumat dilakukan dari jam 12.00 sampai jam 13.00. Sedangkan kuliah dimulai setelah istirahat makan siang selesai, yaitu, jam 13.05. Adzan berkumandang kira-kira pada jam 12.10 sedangakan selesai pada jam 13.00 lewat. Berhubung tidak ada masjid, mungkin sebagian muslim pria terpaksa harus meninggalkan kehormatannya setiap minggu, yaitu Sholat Jumat. Tetapi karena jaringan mahasiswa muslim yang kuat akhirnya maslaah dapat terselesaikan. Kebetulan admin punya teman salah satu komunitas orang Malaysia di kampus, dan jumlahnya cukup banyak. Mereka mengajak admin dan mahasiswa muslim lain dari Nigeria, Maroko, Mesir, dan China untuk mengadakan sendiri sholat jumat di kampus. Singkat cerita teman-teman muslim dari Malaysia mendapatkan izin dari otoritas kampus untuk menggunakan aula kecil yang akan digunakan sebagai tempat diselenggarakannya sholat jumat. Walau tidak berukuran besar tapi cukup menampung jamaah dari mahasiswa yang telah disebutkan di atas. Ruangan terletak di ruang serbaguna dimana mahasiswa menggunakannya untuk kegiatan kemahasiswaan atau UKM. Persis di samping ruang aula sholat jumat terdapat UKM musik, yang setiap hari genjrang-genjreng ngeband.

Tibalah saatnya datang hari Jumat. Meski dapat menjalankan sholat jumat bersama-sama dengan saudara semuslim dari penjuru dunia dan dapat menghemat waktu untuk tidak keluar kampus dan mencari mesjid, tetap saja kekhawatiran terlambat masuk kelas menjadi momok yang menakutkan, pasalnya Jepang merupakan negara yang disiplin soal waktu. Akhirnya admin segera mengahadap sensei untuk berbicara soal keterlambatan di jamnya pada hari Jumat. Admin berterus terang, bahwa sebagai seorang muslim pria wajib hukumnya menjalankan sholat jumat. Dengan senyum yang hangat sang dosen memberi toleransi waktu pada saat masuk ke kelasnya. Bahkan beliau juga memberitahukan kepada mahasiswa lain di kelasnya bahwa kuliahnya akan dimulai mundur sekitar 5 menit dari waktu normal. Sungguh sebuah sikap yang sangat bijak bagi seorang dosen mahasiswa asing yang berpengalaman menghargai toleransi umat beragama.

Setelah makan siang di kantin, mahasiswa Malaysia, Indonesia, Nigeria, Maroko, Mesir, dan China mempersiapkan perisapan sholat jumat, mulai dari sajadah dan tempat penitipan tas. Secara bergantian kami mengambil air wudhu, lalu masuk satu-persatu ke ruang aula. Yang bertindak sebagai Imam dan Pengkhutbah teman dari Malaysia. Sebelumnya kami telah berdiskusi dengan tetangga sebelah, UKM musik, untuk meminta izin supaya tidak melakukan aktivitasnya sejenak agar tidak menggagngu kekhusukan sholat. Teman kami dari Jepang itu pun setuju, dan menghargai kami untuk melakukan ibadah. Dan pada akhirnya kami pun bisa khusyuk melaksanakan sholat jumat di tempat kami sendiri yang walaupun kecil tetapi berharga. Dengan begini, persoalan tentang kehawatiran "dimana?", "bagaimana?" sholat jumat pun terselesaikan. Jadwal sholat jumat juga tidak mengganggu jadwal kuliah.

Oleh karenanya bergaul dengan siapa pun itu penting pada saat merantau ke negeri orang. Terutama dengan yang satu nasib. Kita mempunyai nasib yang sama, yaitu jadwal sholat jumat, oleh karenanya kami berteman. Tidak cukup sampai situ, komunitas muslim kami juga saling tukar informasi tentang kegiatan di bulan Ramadhan, sholat taraweh, volunteer untuk berbagi takjil, dan masih banyak lainnya. Pada saat bersua di jalan pun, kami tidak lupa berjabat tangan dan "Assalamualaikum".


2. Mencari masjid terdekat dari tempat tinggal

Kita sudah mendapatkan solusi tentang dimana dan bagaimana sholat jumat di kampus. Sekarang bagaimana ketika libur kuliah? Pada saat libur kuliah otomatis kita juga tidak bertemu dengan teman-teman muslim kita di kampus. Tetapi kita bisa menghubungi salah satu dari mereka untuk mendapatkan informasi tentang mesjid terdekat di daerah tempat tinggal kita. Memang di setiap kota kecil pinggiran tidak banyak mesjid, tetapi jika kita tidak mencari tidak akan ketemu.

Karena libur kuliah tentu kita punya banyak waktu dan tidak perlu khawatir akan jadwal kuliah bentrok dengan jumatan. Kita bisa berpetualang mencari masjid besar yang ada di pusat kota. Banyak mesjid-mesjid berdiri megah di negeri Jepang. Untuk list masjid bisa dilihat di sini.

Tokyo Camii, Mesjid terbesar di Jepang
Sumber Gambar: Wikipedia

Sholat di masjid Jepang

Ada yang unik jika kita sholat di masjid yang ada di Jepang. Di sini admin akan kembali berbagi tentang sholat di mesjid yang ada di Jepang. Setelah admin membangun komunitas sholat jumat di kampus dan bertukar informasi mengenai masjid di Jepang, admin mendapatkan informasi tentang keberadaan masjid yang dekat dari tempat tinggal admin. Informasi itu didapatkan dari salah satu teman China muslim yang sering mampir untuk sholat di masjid tersebut. Masjid tersebut terletak tidak jauh dari tempat tinggal admin, hanya dua stasiun dari stasiun terdekat. Di situlah admin melaksanakan sholat jumat setiap minggu pada saat libur kuliah.

Masjid ini berada persis di pinggir jalan. Tidak jauh dari situ juga terdapat gereja protestan dan katolik kalau tidak salah. Kelihatannya memang tempat berkumpulnya tempat ibadah agama langit. Masjid ini bernama Masjid Al Tawheed. Jika masuk ke dalam terdapat pusat kajian Islam atau Majelis Ta'lim dan kantor administrasi masjid tersebut. Tempat Sholat terletak di lantai dua. Tidak seluruh ruangan admin telusuri, tetapi yang pasti di tempat sholat yang berukuran tidak terlalu besar dan tidak juga terlalu kecil ini terdapat perpustakaan kecil yang berisi kitab suci Al-Quran dari berbagai bahasa di dunia. Bahasa Jepang, Inggris, Urdu, bahkan ada Bahasa Indonesia. Yang mengejutkan adalah koleksi terbanyak dari Al-Quran dan Tafsir tersebut adalah yang berbahasa Indonesia. Usut punya usut ternyata banyak orang Indonesia yang sering ke masjid tersebut. Bahkan ada salah satunya pengurus masjid tersebut. Selain perpustakaan, terdapat pula papan tulis, yang sepertinya digunakan untuk belajar tafsir Al-Quran. Imam masjid ini sendiri merupakan orang Pakistan. Oleh karenanya banyak juga terjemahan Al-Quran berbahasa Urdu.

Masjid Al Tawheed, Hiraoka-cho, Nishi Hachioji, Tokyo
Sumber Gambar: www.geocities.jp

Nah, sebelum berbicara tentang pelaksanaan sholat, ada yang unik saat mengunjungi masjid di Jepang. Pada saat hendak masuk masjid terlihat dua orang memakai setelan jas lengkap dengan dasi sedang berdiri. Admin tiba jam 11.00 di tkp. Karena harus berjalan kaki selama 20 menit dari stasiun, admin melepas dahaga sedkit dengan beli minuman di mesin penjual otomatis. Pada saat menenggak air mineral, sontak salah satu dari dua orang berdasi itu menyapa. Dia orang Jepang tulen, menyapa dan menanyakan asal dan kuliah dimana. Admin agak curiga mengapa dia menanyakan sedetail itu. Karena ini merupakan kesempatan yang bagus untuk melatih percakapan, admin dengan senang hati meladeninya. Setelah lama mengobrol, akhirnya tibalah adzan memanggil. Admin masuk dan berpamitan sejenak dengan si pria berdasi. Admin sempat berpikir apakah dia orang Jepang beragama Islam makanya dia ada di sekitar masjid. Si pria berdasi itu ternyata tidak ikut masuk. Dia bukan Muslim. Pria yang satunya juga terlihat bercakap dengan jamaah lain yang datang, sepertinya setiap yang datang diajak ngobrol.

Selesai sholat dua pria misterius itu masih berada di luar masjid, menunggu setia sambil berbincang-bincang. Pada saat jamaah hendak menunggu bis di depan masjid, dua pria itu kembali mengajak bicara jamaah yang selesai sholat. Admin pun diajak berbincang lagi dengan pria berdasi itu, kali ini ditambah dengan orang jamaah Pakistan yang nimbrung. Sebenarnya apa pekerjaan mereka?

Minggu kedua, ketiga, dan seterusnya hal ini terus berulang. Dua pria itu setia menunggu jamaah datang dan selesai sholat. Kadang pria satunya absen. Admin tidak berani mengatakan langsung apa pekerjaannya. Tetapi, usut punya usut, kedua pria itu adalah, bisa dibilang polisi. Ada apa polisi di depang masjid? Ternyata polisi ditempatkan untuk mengawal setiap kegiatan masjid yang ada di Jepang. Mungkin itu bisa dibilang kesimpulan admin sendiri. Tetapi tidak mungkin jika keberadaan polisi itu bukan tanpa sengaja. Admin teringat cerita dosen pada saat semeseter 1 di Indonesia, pada saat kuliah di Jepang pada tahun 2000-an beliau dicurigai oleh polisi pada saat hendak ingin berangkat sholat jumat. Sang dosen diinterogasi dengan nada tegas dan untung tidak berujung masalah. Berbeda dengan dua pria ini. Dua pria ini sangat ramah dan sopan. Mungkin saat itu (tahun 2012) tidak ada kejadian yang membuat orang Jepang sangat mencurigai Islam. Atau mungkin juga dua pria ini sudah kenal baik dengan seluruh jamaah yang notabene tidak terkait dengan gerakan separatis Islam.

Tetapi terlepas dari itu, semua keberadaan dua pria itu mempunyai tujuan baik untuk keamanan negara. Dan jika kita tidak berbuat hal yang melanggar hukum, kita tidak perlu merasa dicurigai dengan keberadaan mereka. Toh, mereka sama sekali tidak mengganggu pelaksanaan ibadah kita. Dua pria itu sangat baik, tahu banyak tentang Islam, dan mereka bilang jika suatu saat ke ada kesempatan ke Jepang lagi, jangan lupa sholat jumat di sini.


Masjid Al Tawheed tampak dari kejauhan
Foto oleh: Admin

Kita masuk pada pelaksanaa sholat jumat. Sholat jumat berjalan sama sebagaimana mestinya. Yang berbeda adalah pada bagian khutbah jumat. Kalau pada saat di kampus, khutbah memakai Bahasa Melayu karena mayoritas orang Malaysia, di sini memakai dua bahasa, yaitu Bahasa Inggris dan Urdu. Khutbah pertama disampaikan dengan Bahasa Inggris dan khutbah kedua dengan Bahasa Urdu yang disampaikan oleh orang berbeda. Bahasa Urdu dipilih karena mayoritas jamaah berasal dari Asia Selatan. Waktu pelaksanaan agak sedikit lama dari sholat jumat pada umumnya karena khutbah disampaikan dalam dua bahasa. Tetapi itu tidak menyurutkan jamaah yang datang di masjid itu. Sekitar 10 shaf lebih jamaah menunaikan ibadah sholat jumat.


Demikian pengalaman tentang jumatan di Jepang. Masih banyak lagi hal yang seru jika belajar dan berpetualang di sana. Kita dapat mengunjungi berbagai masjid di Jepang bertemu dengan sesama muslim, bertukar informasi, dan masih banyak hal yang menyenangkan lainnya.

Posted by:

    

2/25/2015

Museum Part 1: Yūshūkan, Museum Pahlawan Jepang


Kuil Yasukuni tampak luar dengan pagar tembok. Terdapat tulisan "Kuil Yasukuni".
Foto oleh: CA (2012)

Yūshūkan


  Yūshūkan merupakan museum perang Jepang yang berlokasi di komplek Kuil Yasukuni. Museum ini menyimpan semua rekam jejak sejarah perang dan militer Jepang terutama berkisar pada awal zaman kontemporer Jepang sampai berakhirnya Perang Dunia II.


Yūshūkan
Sumber Gambar: Website Resmi Kuil Yasukuni
(http://www.yasukuni.or.jp)


Kontroversi Kuil Yasukuni

  Kuil yasukuni disebut juga kuil paling kontroversial di Asia Timur. Pasalnya kuil pahlawan Jepang ini sensitif sekali dengan masalah sejarah untuk semua negara di Asia Timur. Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, pada tahun 2013, tepat setahun pengangkatannya menjadi perdana menteri, yaitu tanggal 26 Desember 2013 berziarah ke Kuil Yasukuni, yang merupakan tempat bersemayamnya arwah patriot-patriot Jepang. Setelah Perdana Menteri Koizumi, PM Abe adalah kali pertama yang berziarah semenjak era Koizumi. Berziarah ke kuil Yasukuni dianggap menyinggung masa lalu negara tetangga Jepang, yaitu Tiongkok, dan Korea Selatan. Setiap kali perdana menteri Jepang yang berziarah ke Kuil Yasukuni selalu disambut dengan demonstrasi warga Tiongkok. Warga Tiongkok menganggap Jepang tidak menghormati dan menghargai perasaan warga Tiongkok.

PM Abe Berziarah ke Kuil Yasukuni

Demonstarsi di Cina Menentang Ziarah Yasukuni

  Jika kita menengok ke belakang, Jepang merupakan monster bagi penduduk Tiongkok dan Semenanjung Korea. Invasi Jepang menyebabkan meletusnya Perang Dunia II di kawasan Asia Timur. Cerita-cerita yang menggambarkan mengenai kekejaman serdadu Jepang di Tiongkok, banyak tertuang dalam buku, novel, film dll. Di lain sisi, Jepang menganggap berakhirnya perang, berarti berakhir pula masa kelam Jepang bergelut dengan perang. Patriot-patriot Jepang yang gugur dipandang sebagai ksatria yang gugur karena membela negaranya. Warga Jepang yakin arwah-arwah mereka bersemayam dengan tenang di Kuil Yasukuni.

Sejarah Kuil Yasukuni

  Asal mula Kuil Yasukuni adalah berawal dari Kuil Tokyo Shokan yang didirikan pada tanggal 29 Juni 1896 (Meiji tahun ke-2), yang pada waktu itu Jepang lahir sebagai negara modern yang bersatu setelah terjadi revolusi besar dalam sejarah, yaitu, Restorasi Meiji. Sebelumnya Jepang merupakan negara tertutup dibawah pemerintahan Keshogunan Tokugawa, yang berlangsung selama hampir kurang lebih 250 tahun lamanya. Aktifitas perdagangan dan hubungan dengan negera luar dibatasi oleh keshogunan. Tetapi setelah itu Amerika Serikat datang menuntut Jepang membuka diri dan membangun tatanan negara asia yang maju. Kelompok pro dan penentang permintaan Amerika Serikat ini tumbuh beriringan dan mengakibatkan terjadinya konflik besar di dalam negeri Jepang. Keshogunan Tokugawa yang kehilangan kekuatan dalam menghadapi situasi seperti ini terpaksa menyerahkan kekuasaannya ke tangan kaisar, dan Jepang lahir sebagai negara baru yang modern dengan kaisar sebagai pusat pemerintahan.

Tokyo Shokonsha pada tahun 1873
Sumber Gambar: Wikipedia

  Ujian Jepang untuk menjadi negara maju dan modern tidak cukup sampai situ. Belum lama setelah Restorasi Meiji, Perang Boshin pun meletus, dan mengakibatkan Jepang kehilangan banyak prajurit dalam perang saudara ini. Dari sinilah Kaisar Meiji lalu membangun Kuil Shokan untuk menghormati arwah prajurit yang gugur dalam perang. Kaisar Meiji ingin arwah dan nama-nama prajurit yang gugur dalam perang bisa terus diingat oleh generasi berikutnya sebagai pahlawan yang dengan gigih bertarung untuk satu tujuan, yaitu negara maju dan modern. Kuil Shokan inilah yang sekarang bernama Kuil Yasukuni, yang diubah namanya pada tanggal 4 Juni 1879 (Meiji tahun ke-12).

Kunjungan Adolf Hitler (Oktober 1938)
Sumber Gambar: Wikipedia

Tujuan Kuil Yasukuni

  Di dalam Kuil Yasukuni bersemayam arwah-arwah prajurit yang gugur dalam berbagai perang saudara, diantaranya, Perang Boshin, Pemberontakan Saga, Perang Sainan, yang merupakan gejolak yang dialami Jepang dalam mewujudkan negara maju dan modern. Selain itu, tokoh-tokoh restorasi seperti Sakamoto Ryoma, Toshida Shoin, Takasugi Shinsaku, Hashimoto Sanai, lalu prajurit-prajurit yang gugur dalam beberapa peperangan besar seperti, Perang Jepang-Tiongkok, Perang Jepang Rusia, Perang Dunia I, Insiden Manchuria, Perang Asia Pasifik (Perang Dunia II), dan sebagainya, semua bersemayam di kuil ini. Terhitung 2.646.000 arwah bersemayam di kuil ini.

Kunjungan Pasukan Angkatan Laut Nazi Jerman (Maret 1937)
Sumber Gambar: Wikipedia

  Kuil Yasukuni juga tidak hanya tempat bersemayamnya para prajurit di medan perang, petugas medis dalam perang, personil sipil, dan semua yang turut terjun membantu peperangan di garis belakang juga disemayamkan di sini. Bahkan orang Jepang yang gugur dalam peperangan yang berasal dari Taiwan dan Semenanjung Korea, serta para tawanan Perang Dunia II yang tewas pada saat hendak dikirim ke Siberia, dan seluruh tawanan perang pada Perang Asia Pasifik juga bersemayam di sini.

  Semua orang yang disemayamkan di Kuil Yasukuni tidak dibedakan berdasarkan status, pangkat, prestasi, serta jenis kelamin, semua melebur dalam satu persemayaman sebagai arwah yang dihormati oleh tanah air dan bangsa. Itu merupakan tujuan dari Kuil Yasukuni itu sendiri. Orang-orang yang gugur untuk negaranya sendiri, 2.646.000 arwah yang bersemayam di Kuil Yasukuni adalah orang-orang yang diyakini dan dihormati semua orang Jepang sebagai arwah pahlawan yang melindungi tanah air dan bangsa Jepang.

Kuil Yasukuni Pada Malam Tahun Baru
Sumber Gambar: Website Resmi Kuil Yasukuni
(http://www.yasukuni.or.jp)

Kuil Yasukuni dan Orang Jepang

  Dari dulu orang Jepang percaya bahwa orang yang sudah tiada akan terus bersemayam dan tinggal di tanah air Jepang dan terus melindungi seluruh keturuan dan cucu mereka. Oleh karena itu orang Jepang masih percaya arwah yang sudah tiada menjelma sebagai dewa bagi mereka. Sampai sekarang budaya itu terus diwariskan hingga cucu-cicit. Mereka percaya orang yang meninggal di setiap keluarga akan menjadi dewa pelindung keluarga tersebut, dan oleh karena itu orang Jepang mempercayai keberadaan arwah dewa terebut yang membuat negara Jepang ada hingga sekarang. Dengan itu keberadaan makam di Jepang sangat dipelihara dan dihormati orang Jepang, khususnya makam tempat bersemayam para patriot Jepang, seperti Kuil Yasukuni dan lainnya merupakan bagian dari budaya yang tak terpisahkan dari warisan luhur orang Jepang.

Kuil Yasukuni Pada Musim Semi

Kuil Yasukuni Pada Musim Panas

Kuil Yasukuni Pada Musim Gugur

Kuil Yasukuni Pada Musim Dingin
Sumber Gambar: Website Resmi Kuil Yasukuni
(http://www.yasukuni.or.jp)

Asal Nama Yūshūkan

  Meminjam pepatah Tiongkok klasik dari seorang filsuf dan konfusian Xunzi, yang berbunyi, 「君子居必郷擇 遊必士就」 dengan arti kira-kira seperti ini, seseorang akan memilih kotanya karena lingkungan sekitarnya baik, dan jika kota tersebut berubah menjadi buruk ia akan bergaul dengan orang yang baik untuk menciptakan lingkungan yang baik. Kata yang berarti "bermain" dalam hal ini mengandung banyak makna, terutama merujuk pada kata "bergaul", "berpetualang", sedangankan kata merujuk pada kata "belajar". Pepatah di atas dapat ditafsirkan secara bebas sesuai dengan apa yang ingin dijadikan tujuan dari makna pepatah tersebut. Agar dapat dipahami secara terang untuk sebuah tujuan dari makna museum, maka lebih sederhana bila kita artikan seperti ini, "berpetualang di suatu kota untuk mendapatkan ilmu pengetahuan". Dengan begini kata dalam Bahasa Jepang dibaca Yū, dan dibaca S, serta dibaca Kan yang artinya "gedung". Lalu tujuan museum ini sendiri adalah untuk belajar dari jasa-jasa pahlawan dengan mengunjungi tempat persemayamannya, maka museum ini diberi nama Yūshūkan.

Kanji Yūshūkan
Sumber Gambar: Website Resmi Kuil Yasukuni
(http://www.yasukuni.or.jp)


Sejarah Yūshūkan

  Pembangunan Yūshūkan pertama tercetus pada sekitar berakhirnya Perang Sainan, tahun 1877 (Meiji tahun ke-10). Lalu pada tahun 1879 (Meiji tahun ke-12) Jendral Angkatan Darat Tentara Kekaisaran Imperial Jepang, Perdana Menteri Jepang ke-3, Yamagata Aritomo, memprakarsai rencana berdirinya musuem untuk menyimpan semua senjata perang sepanjang sejarah Jepang dan untuk menghormati arwah pahlawan Jepang, dengan arsitektur bergaya Italia. Tahun 1881 (Meiji tahun ke-14) pembangunan dengan gaya arsitek Italia dimulai, tanggal 25 Februari 1882 (Meiji tahun ke-15) diadakan upacara peresmian pembukaan museum. Sedangkan nama museum diresmikan oleh Menteri Rumah Tangga Kekaisaran, Tanaka  Mitsuaki.

Yūshūkan Zaman Meiji
Sumber Gambar: Website Resmi Kuil Yasukuni
(http://www.yasukuni.or.jp)

  Yūshūkan terus menjadi museum kebanggaan Jepang sampai melewati masa Perang Jepang-Tiongkok, Perang Jepang-Rusia, Perang Dunia I, bahkan dilakukan peremajaan dan penambahan gedung baru. Namun pada tahun 1923 (Taisho tahun ke-12) terjadi Gempa Besar Kanto yang menyebabkan rusaknya bangunan, hingga harus kembali diperbaiki.

  Tahun 1924 (Taisho tahun ke-13), untuk sementara dibangun gedung dengan skala kecil hingga pada Februari 1928 (Showa tahun ke-3), Kaisar Showa memerintahkan untuk membentuk panitia percepatan renovasi museum. Wujud museum dibangun kembali dengan arsitektur bergaya oriental modern berkat bantuan arsitek ternama Jepang di Universitas Tokyo, Ito Chuta. Pada tahun 1930 (Showa tahun ke-5) konstruksi bangunan dipercepat, hingga pada tahun berikutnya bangunan rampung, dan pada tanggal 26 April 1932 diadakan peresmian pembukaan museum yang menandakan museum dibuka secara resmi.

  Menjelang berakhirnya Perang Dunia II, bulan Mei 1945 (Showa tahun ke-20), ruangan sekitar hal utama mengalami rusak dan beberapa bangunan hancur akibat peristiwa pengeboman lewat udara oleh tentara Angkatan Udara Amerika Serikat. Perpustakaan dan barang-barang penting setelah Zaman Tokugawa banyak yang hilang. Lalu setelah Jepang kalah perang, museum dilarang beroperasi oleh pasukan pendudukan Amerika Serikat dan dialih-fungsikan sebagai kantor pusat salah satu perusahaan asuransi sampai tahun 1980 (Showa tahun ke-55).

  Memasuki tahun 1980 (Showa tahun ke-55) persiapan pembukaan museum dimulai. Pada bulan Desember 1985 (Showa tahun ke-60), renovasi museum selesai, pada bulan Juli tahun berikutnya persiapan seluruh isi museum mulai kembali ditata, hingga akhirnya museum kembali dibuka setelah 44 tahun lamanya. Hingga beranjak usia sekitar 130 tahun, sekitar tahun 2002, museum mengalami pembaharuan untuk semua fasilitas dan tampilan, menjadi menarik dan modern.

Isi Museum

  Pengunjung dapat membeli karcis seharga 800 yen untuk sekali masuk. Loket pembelian terletak tidak jauh dari pintu masuk. Setelah membeli tiket pengunjung langsung dapat menikmati petualangan sejarah yang dimulai dari lantai dua.

  Di lantai dua ini pengunjung akan disuguhkan eksibisi pembabakan zaman Jepang. Mulai dari zaman keshogunan sampai zaman kotemporer. Pada zaman keshogunan atau era samurai dipajang banyak sekali pakaian zirah kasta samurai. Terdapat juga pedang katana, dan banyak lagi koleksi lainnya. Pada eksibisi pertama ini pengunjung akan disajikan untuk menjelajahi zaman Jepang dari zaman kuno sampai zaman keshogunan terakhir, Edo.

Koleksi Pakaian Zirah

Sumber Gambar: Website Resmi Kuil Yasukuni
(http://www.yasukuni.or.jp)


  Lalu lanjut ke zaman selanjutnya yaitu, zaman akhir Edo, atau disebut juga Bakumatsu. Di eksibisi ini pengunjung disajikan secara kronologis semua kejadian dan peristiwa penting yang menandakan zaman ini, seperti kedatangan Kapal Hitam Amerika Serikat di Edo, Perang Boshin, dsb. Pengunjung dapat melihat ilustrasi alur peristiwa-peristiwa penting tersebut lewat sebuah gambar dan tulisan.

  Terus menjelajahi eksibisi, maka pengunjung akan terus menjelajahi zaman Jepang sampai pada akhir Perang Dunia II. Dari Restorasi Meiji, Perang Jepang-Tiongkok, Perang Jepang Rusia, Perang Dunia I, Perang Dunia II, dan sebagainya.



Beberapa Eksibisi dan Galeri Pembabakan Zaman
Sumber Gambar: Website Resmi Kuil Yasukuni
(http://www.yasukuni.or.jp)

  Setelah selesai berpetualang di lantai dua, rute selanjutnya adalah lantai satu. Di sini dikupas habis semua tentang Perang Asia Pasifik, atau yang kita kenal dengan Perang Dunia II. Yūshūkan memberikan perhatian pada fase ini karena memberikan pengaruh yang sangat besar sejarah bangsa Jepang. Di lantai satu ini disajikan beberapa eksibisi yang menampilkan kronologi kejadian pada Perang Asia Pasifik serta peristiwa terkait dunia yang terjadi bersamaan dengan Perang Asia Pasifik.



Eksibisi dan Galeri Perang Asia Pasifik
Sumber Gambar: Website Resmi Kuil Yasukuni
(http://www.yasukuni.or.jp)

  Tiba di fase terakhir, pengunjugn akan melihat nama-nama prajurit yang wafat selama perang. Seperti yang sudah dipaparkan di atas, tujuan museum ini adalah untuk menghormati arwah pahlawan dan memberitahukan nama-nama yang sudah berjuang demi bangsa dan negara kepada generasi berikutnya. Pada rute terakhir ini pengunjung akan melihat klimaks dari museum ini, bahwa betapa kejamnya perang fisik, agar di masa selanjutnya tragedi kemanusiaan yang terbesar sepanjang sejarah ini tidak terulang kembali.




Foto dan Nama Arwah
Sumber Gambar: Website Resmi Kuil Yasukuni
(http://www.yasukuni.or.jp)

  Setelah puas berpetualang melihat isi museum pengunjung juga dapat membeli pernak-pernik atau buku bacaan sejarah di museum ini. Museum juga menyediakan kantin untuk melepas lelah setelah berpetualang sambil menyantap hidangan kantin. Selain itu, disediakan pula toko untuk membeli oleh-oleh seperti gantungan kunci, pernak-pernik, sampai miniatur kapal perang dan bendera Jepang.


Toko Buku dan Kantin
Sumber Gambar: Website Resmi Kuil Yasukuni
(http://www.yasukuni.or.jp)

  Ada yang terlupakan dari keistimewaan museum ini. Yaitu ruang tempat penyimpanan artileri berat dan pemutaran film. sebelum memasuki rute dari petualangan museum, pengunjung dapat menyaksikan film yang memutar bagaimana bangsa Jepang melewati sejarah kelam peperangan, serta banyak pesan yang ingin disampaikan pada film tersebut. Walau kenyataanya sebagai negara yang kalah perang, Jepang dinyatakan sebagai penjahat perang, tapi pemerintah Jepang harus menjaga dan menghormati seluruh korban yang tewas untuk selalu menyampaikan bahwa perang itu sangatlah buruk, dan walaupun Jepang buruk di mata dunia, tetapi mereka yang telah tiada bagi orang Jepang merupakan pejuang yang gigih dalam membela negaranya. Dan melalui pemutaran film ini tujuan itu disampaikan. Pemutaran film biasanya diulang setiap satu jam sekali.



Sumber Gambar: Website Resmi Kuil Yasukuni
(http://www.yasukuni.or.jp)

Akses Menuju Museum

  Jika menggunakan kereta, dapat ditempuh dengan naik kereta JR, Chuo Line atau Sobu Line turun si Stasiun Ichigaya, dari situ dapat ditempuh dengan jalan kaki 10 menit.

Berpetualang Sambil Belajar

  Museum ini sangat tepat bagi kamu yang penikmat sejarah. Terlepas dari kontroversi tentang museum ini, pelajaran bagaimana menghargai sejarah dan bagaimana mengambil pelajaran dari sejarah merupakan hal yang sangat penting. Untuk itu bagi kamu yang berencana ke Jepang dan melanjutkan studi ke Jepang, sangat direkomendasikan untuk berpetualang di museum ini.

Sebuah Ideologi berbicara tentang kejayaan dan kedamaian, tapi Sejarahnya berbicara tentang kekejaman.

Selamat berpetualang!

-Study Go Japan-

Posted by

    

2/20/2015

Maiko dan Geiko

Maiko dan Geiko  

  Kita mengenal Geisha tentu dengan berbagai definisi yang lahir  dari setiap sudut pandang orang yang berbeda. Secara harfiah Geisha adalah Seniman, Gei (芸) adalah Seni, dan Sha (者) adalah Orang. Pada pertengahan Zaman Edo Geisha merupakan salah satu profesi yang sangat terkenal. Profesi dari Geisha adalah menghibur. Seorang Geisha merupakan orang yang dapat menguasai seni tari dan memainkan berbagai macam alat musik. Pada Zaman Edo di kota-kota seperti Kyoto dan Osaka, Geisha dibagi menjadi dua, laki-laki dan perempuan. Umumnya Geisha pria menghibur dengan memainkan alat musik seperti Taiko (gendang) dan lain-lain. Sedangkan Geisha wanita menari dan juga memainkan alat musik. Geisha wanita juga kadang disangkut-pautkan dengan wanita penghibur lain untuk para lelaki mabuk. Pada Zaman Meiji, istilah Geisha hanya dipakai untuk wanita saja, dan sampai sekarang Geisha identik dengan wanita.

Panggilan untuk Geisha dibagi menjadi dua, yaitu Maiko dan Geiko

  Maiko (舞妓) dan Geiko (芸妓) merupakan professional yang melayani tamu pada acara perjamuan. Sedangkan kota tempat dimana Maiko dan Geiko berada disebut dengan Kagai/Hanamachi (花街). Di Jepang daerah yang terkenal dengan Kagai adalah Kyoto. Terdapat 5 Kagai di Kyoto, salah satu yang paling terkenal adalah Gion (祇園).

Maiko (sebelah kiri)
Sumber Gambar: Wikipedia

  Biasanya karakteristik dari Maiko dan Geiko adalah make-up wajah dengan warna putih dan memakai Kimono dengan corak yang mencolok.

Sumber Gambar: Wikipedia

  Hubungan antara Maiko dan Geiko adalah, Geiko merupakan posisi di atas dari Maiko. Jika seorang Maiko sudah dapat berdiri sendiri tanpa bimbingan dari Geiko, maka bisa dikatakan seorang Maiko sudah dapat dikatakan sebagai seorang Geiko. Yang artinya Maiko adalah fase pelatihan untuk bisa menjadi seorang Geiko. Seorang Maiko juga biasanya lebih muda dari seorang Geiko, dan lebih lembut pembawaan karakternya.

  Sekarang seorang Maiko biasanya berumur belasan sampai 20 tahun. Bahkan pada zaman dahulu seorang Maiko lebih terlihat kanak-kanak dan biasanya lebih menampilkan karakter kekanak-kanakannya. Biasanya seorang Maiko mengenakan Furisode (振袖) yang bercorak terang yang memiliki Kataage (肩上げ) dan Sodeage (袖上げ). Lalu bunga yang berada di atas kepala lebih terlihat cantik. Obi yang dipakai juga terlihat longgar, dan memaki Okobo (bakiak tinggi ala Jepang).

Maiko (kiri) dengan karakter "kekanak-kanakan"
dan Geiko (kanan) dengan karakter dewasa.

Okobo
Sumber Gambar: Wikipedia

  Seperti yang dikatakan di atas, seorang Geiko merupakan senior dari Maiko. Oleh karena itu, Maiko harus menempa karirnya selama beberapa tahun untuk dapat menjadi seorang Geiko. Maiko adalah seorang “anak-anak” dan Geiko adalah seorang “dewasa”. Pada saat menjadi Geiko, seorang Meiko harus meninggalkan karakter kekanak-kanakannya, dan tampil dengan karakter dewasa layaknya seorang Geiko.

  Seorang Geiko biasanya menampilkan karakter dewasanya dari penampilan Kimono yang dipakai. Panjang Sode yang dipakai biasanya merupakan ukuran panjang pada umumnya, karakter dari Kimono yang dipakai lebih kalem daripada yang dikenakan oleh seorang Maiko, simpul Obi yang dikenakan adalah simpul Otaiko, dan sendal yang dipakai biasanya adalah Zōri (草履) atau Geta (下駄).

Zōri
Sumber Gambar: Wikipedia


Geta
Sumber Gambar: Wikipedia

  Biasanya dalam setiap penampilan perjamuan seorang Maiko merupakan pendamping dari Geiko. Seorang Geiko bisanya lebih mendominasi dan memimpin jalannya pertunjukan. Biasanya yang disajikan dari Maiko dan Geiko adalah seni tari dan pertunjukan seni lainnya.

  Seorang Maiko dan Geiko bukanlah hanya seorang Geisha atau seniman belaka. Maiko dan Geiko harus melewati hari-hari untuk menjadi seorang Geisha. Oleh karena itu dengan panjangnya perjuangan menjadi seorang Geisha, di situlah letak keindahan seni dari Geisha. Dengan hanya memakai Kimono saja keindahan tersebut tidak akan lahir tanpa adanya perjuangan untuk menjadi seorang seniman penghibur.

- Study Go Japan -

Posted by