7/14/2015

Ramadan dan Lebaran di Jepang

Ramadan di negeri orang itu rasanya sepi tapi seru. Seru karena bisa merasakan suasana berbeda dengan kampung halaman sebagai anak rantau, apalagi di negeri orang.

Kali ini JFC ingin berbgai cerita tentang pengalaman staff JFC selama melewati bulan Ramadan di Jepang.

Jepang bukan negara yang punya kebiasaan tentang serba-serbi Ramadan, jangankan Ramadan, Islam saja bukan agama mayoritas. Tapi bagi pelajar kita yang sedang merantau di Jepang, Ramadan tak kehilangan keistimewaannya, bahkan hadir dalam suasana yang berbeda. Bukan saja berbeda tapi penuh berkah dan perjuangan, ceile.

Bayangkan saja, bagaimana enggak dibilang perjuangan, tahun-tahun sekarang yang Ramadan jatuh pada musim panas, tentu merupakan cobaan berat yang harus dihadapi. Hm, ya memang sih di Jekardah juga panas banget kalo lagi puasa. Tapi di Jepang bukan hanya terik matahari yang menyengat, tapi juga sang matahari betah banget berada di atas. Ya, benar! Waktu pelaksanaan puasa yang lama, 17 jam. Dimulai dari sekitar jam 15.00 sampai jam 19.00. Imsak hadir lebih cepat dan magrib datang lebih lama. Mungkin teman-teman yang merantau di Eropa dan Amrik lebih paham akan hal ini, bahkan ada yang lebih lama.

“Puasa lama, enggak kuat!” Lebih baik tidak usah merantau kalau banyak mengeluh. Justru itu yang merupakan suasana berbeda. Enggak ada masalah kok, dengan banyak kegiatan kita seperti kuliah, kerja part-time, buat laporan, tugas kuliah, dan lai-lain pasti enggak akan terasa.

Yang berbeda hanya itu? Tentu saja tidak. Banyak hal-hal yang islami di Jepang kalau kita ingin mencarinya.

Takjil merupakan kebiasaan yang sudah tidak asing lagi di Indonesia di bulan Ramadan. Kita bisa menemukannya di pinggir jalan kalau sudah hendak masuk waktu berbuka. “Di Jepang tidak bisa ketemu takjil? Pasti makannya Sushi deh.” Coba deh jalan-jalan ke tempat komunitas yang banyak muslimnya terutama komunitas muslim Indonesia dan muslim Malaysia. Pernah suatu ketika jalan-jalan di daerah Roppongi, ternyata ada komunitas muslim Malaysia yang sedang bagi-bagi takjil. Jadi suasana ramadan di Jepang setidaknya sedikit ngobatin kangen. Oh iya,kalau mau taraweh juga di mesjid terdekat menyelenggarakannya. Biasanya dilanjutinsama majlis ta’lim. Yang datang juga selain orang-orang dari negara masyoritas muslim, kadang terlihat juga orang Jepang yang beragama Islam. Mungkin kalau yang sering nonton salah satu program stasiun televisi khusus ramadan yang menanyangkan kegiatan ramadan muslim Jepang, ya tidak jauh suasananya seperti itu. Banyak yang berinteraksi dengan orang Pakistan biasanya, Malaysia, Indonesia, dan negara mayoritas muslim lainnya.

(Sumber Gambar: diambil dari website Kemlu RI)


Sebulan berpuasa rasanya tidak afdol kalau tidak mempersiapkan hal yang wajib untuk lebaran. Tapi, apa yang mau dipersiapkan? Ketupat? Mau dapat darimana?

Hm, okelah walaupun enggak pake baju koko baru saat solat ied nanti, setidaknya dapat suasana baru ied-an di Jepang. Solat Ied di Jepang sama saja seperti di Indonesia, dalam hal waktu pelaksanaan. Ada berbagai banyak pilihan tempat. Misalnya bagi yang tinggal di Tokyo, bisa solat ied di Masjid Tokyo atau Pusat Studi Islam yang dikelola Pemerintah Kerajaan Saudi di daerah Roppongi. Nah, bagi yang kangen aroma dan suasana Indonesia, SRIT (Sekolah Republik Indonesia) adalah pilihan yang tepat untuk merayakan Idul Fitri di Jepang. Pusat ngumpulnya orang Indonesia saat lebaran. Selain lokasinya berdekatan dengan Kedutaan Besar Indonesia di Tokyo, pihak Kedubes juga ngadain open house. Yang pastinya ada hidangan khas lebaran. Pas banget tuh buat yang tadi kangen sama ketupat, opor dkk.

Sehabis solat ied juga bisa bersilaturahmi dengan anak-anak kebanggaan bangsa yang sedang belajar di Jepang, pekerja, dan masih banyak lagi. Bagi yang punya teman seperjuangan perantau di Jepang, ini merupakan momen reunian.

Oh iya ada yang menarik lho tentang pelaksanaan solat ied di SRIT ini. Berdasarakan penuturan salah satu admin JFC tentang pengalamannya solat di SRIT, solat dibagi hingga 2 kloter. Mungkin saking banyaknya orang Indonesia yang merantau di Jepang. Yang sekiranya bangun terlambat dan lokasi tempat tinggalnya jauh dari Meguro (Kedubes Indonesia), siap-siap nunggu solat kloter pertama selesai, dan baru deh ikut yang kloter kedua.

Sayangnya admin JFC ini, tidak ikut open house di kedubes dikarenakan ada panggilan kerja part-time. Oh iya, berbeda dengan di sini lebaran di sana enggak libur. Jadi kalau lebaran jatuh di hari biasa, maka yang bekerja (kalau tidak ambil cuti), tetap masuk kerja, yang kuliah juga tetap ada kelas. Bahkan di hari minggu pun, bagi yang punya schedule kerja part-time, tetap saja harus masuk, apalagi yang kerja di restauran, pasti kekurangan tenaga karena banyaknya tamu yang datang di akhir pekan.

Ya, begitu lah suasana ramadan dan lebaran di Jepang kurang lebih. Walau enggak bisa pake yang baru-baru, seenggaknya bisa merasakan yang baru-baru.

Sekian dulu monolognya, kalau ada kesempatan kami akan share lagi pengalaman serta informasi tentang Jepang. Adios!

Oh iya, mewakili segenap staff JFC, mengucapkan:

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijiriah. Minal aidin wal faizin, Mohon maaf lahir dan batin. Met lebaran minna-san!!


    

7/10/2015

Gaji Arubaito atau Part Time Job atau Kerja Paruh Waktu di Jepang

Minna san,
Dalam suasana ramadhan saat ini, JFC ingin berbagi info mengenai arubaito di Jepang.

Tentu sekarang sudah tidak asing lagi dengan istilah "arubaito" ya? Arubaito atau baito berasal dari bahasa Jerman yaitu "arbeit" yang berarti work atau kerja. Di Jepang, kata arbeit berubah menjadi arubaito yang indentik dengan makna part-time job atau kerja paruh waktu.

Mahasiswa asing di Jepang, juga diperbolehkan untuk kerja paruh waktu dengan ketentuan-ketentuan seperti: tidak bekerja yang melanggar tatanan etika masyarakat dan tidak boleh bekerja lebih dari 28 jam/minggu. Kalau melangggar ketentuan tersebut, hati-hati nanti bisa dideportasi. Malu kan kalau sampai dideportasi.

Pemerintah sengaja membatasi jumlah jam kerja supaya mahasiswa asing tidak keenakan kerja hingga meninggalkan kuliahnya. Tapi tenang saja, gaji kerja paruh waktu di Jepang, lumayan banget loh! Walaupun dibatasi, tetap bisa membiayai kehidupan sehari-hari setiap bulannya.

Penasaran gajinya berapa?
Sistem gaji kerja paruh waktu di Jepang adalah per jam atau disebut jikyuu (gaji per jam).
Besar gaji bervariasi tergantung daerah, jenis pekerjaan dan jam kerja yaitu sekitar 800 - 1.200 yen (berarti sekitar Rp.80.000 - Rp. 120.000 per jam loh! uwiwiwiwi).

*) Apabila lokasi di Tokyo dan bekerja di restoran yang membutuhkan skill bahasa Jepang dan bekerja setelah jam 8 malam maka gaji yang didapat bisa mencapai 1200 yen/jam.
Kalau dihitung-hitung bekerja sesuai ketentuan pemerintah selama 28 jam/minggu, maka gaji yang didapat perbulan bisa mencapai 134.400 yen (sekitar Rp. 13.440.000).

Walaupun belum bisa bahasa Jepang dan hanya mendapat gaji 800yen/jam, jangan khawatir sebulan masih bisa mendapat 89.600 yen (sekitar Rp. 8.960.000). So, jangan takut tidak bisa hidup di Jepang. Selama kita punya tekad yang kuat, rajin, dan semangat, pasti bisa!!



Lagi pula, selain dapat penghasilan yang lumayan, kerja paruh waktu di Jepang juga bisa mendapatkan berbagai manfaat seperti:

  • Bisa mendapatkan teman lebih banyak lagi;
  • Bisa dapat pengalaman bekerja di Jepang;
  • Walaupun hanya kerja cuci piring di dapur, atau beres-beresin barang, tetap saja bisa merasakan langsung etos kerja di Jepang;
  • Bisa belajar budaya bekerja di Jepang seperti disiplin waktu (jangan sampai telat datang ke tempat arubaito), budaya menyapa (waktu bekerja di restoran, walaupun kita masuk siang atau malam, tetap saja salam yang kita ucapkan adalah "ohayou gozaimasu" atau selamat pagi), dll.
  • Bisa melatih serta meningkatkan kemampuan komunikasi dalam bahasa Jepang.
  • Bisa mengenal istilah-istilah produk, bahan makanan, jenis ikan dll. bisa belajar kanji juga kan? :D



Cara Mendapat Izin Arubaito

Nah, kalau sudah tahu besar gaji dan manfaat kerja paruh waktu di Jepang, pasti jadi ingin mencoba ya? JFC juga akan memberi info cara mendapat izin untuk bisa kerja paruh waktu di Jepang.

1. Apabila sudah tiba di Jepang dan memiliki Residence Card, silahkan datang ke kantor imigrasi setempat di Jepang dengan membawa residence card dan paspor. Setelah tiba di sana akan diminta untuk isi formulir dan menyerahkan dokumen yang dibawa. Dua minggu kemudian datang lagi ke kantor imigrasi untuk mengambil paspor yang telah ditempel izin arubaito berupa stiker.

2. Apabila melalui JFC, sekolah bahasa rekanan JFC bisa langsung memberikan formulir izin arubaito sebelum berangkat ke Jepang. Formulir tersebut diisi dan diserahkan ke imigrasi di bandara di Jepang. Jadi, nanti di imigrasi bandara di Jepang akan diberikan residence card dan stiker izin arubaito di paspor. Sudah semakin praktis ya.

Setelah tiba di Jepang, tentu sebaiknya jangan langsung kerja paruh waktu. Harus menunggu dulu sekitar 1 bulan atau sampai sudah merasa nyaman.

Mencari lowongan kerja paruh waktu di Jepang, tidak begitu sulit, bisa ditemukan di majalah, pamflet, di seven eleven dll. Ketika melamar kerja, sebaiknya memakai pakaian yang rapi serta membawa CV, residence card, buku rekening, paspor (untuk melihat izin bekerja) dan inkan (jika diperlukan)

Format CV bisa dibeli di convenience store (kombini) seperti seven eleven dll atau download di sini

Informasi lainnya tentang inkan dan buka rekening bank, bisa dicek di sini juga.

Jadi, Minna san, kalau ada yang punya rencana belajar sambil part time di Jepang, silahkan hubungi JFC saja. Ada banyak informasi dan bisa support part time di Jepang juga :)

Sampai bertemu dipostingan JFC berikutnya (^o^)

    

5/12/2015

Biaya Kuliah di Jepang

Hallo ^^
Bagaimana dengan rencana studi ke Jepang?
Apakah semakin mantap atau bimbang?

Sesuai pengalaman JFC, hal yang menjadi bimbang untuk sekolah/kuliah di Jepang adalah BIAYA.
betul tidak? biaya kadang menjadi kendala untuk sekolah ke luar negeri.
Oleh karena itu, postingan kali ini, JFC akan mencoba menjelaskan tentang berapa banyak biaya yang dibutuhkan untuk kuliah di Jepang?

1. Biaya Sekolah Bahasa Jepang
Bagi kalian yang ingin sekolah di Jepang, memang sebaiknya menguasai bahasanya terlebih     dahulu. Kenapa? karena bahasa Jepang akan menjadi modal utama untuk hidup sehari-hari di Jepang.
contoh: ketika belanja, ketika kerja paruh waktu, ketika makan di restoran, ketika cari buku, bahkan ketika nonton tv, atau bahkan ketika nonton bioskop (percaya deh, film Hollywood di-dubbing ke bahasa Jepang loh!) dsb. Jadi, bahasa Jepang sangat penting kan?
Nah, biaya sekolah bahasa Jepang di Jepang pertahunnya adalah 728,000 - 800,000 yen tergantung sekolah dan lokasinya.

2. Biaya Kuliah di Jepang
Setelah lulus sekolah bahasa dan memiliki kemampuan bahasa Jepang yang luar biasa, mulai saatnya mencari info tentang biaya kuliah di Jepang.
- Program Sarjana (S1) / Pasca Sarjana (S2):
   Universitas negeri jurusan apapun, biayanya sekitar 535,800 yen/tahun.
   Universitas swasta bisa menghabiskan biaya sekitar 881,808 yen/tahun bahkan lebih tergantung jurusan yang diambil.


3. Biaya Hidup di Jepang
Ini yang paling penting dan perlu dicermati baik-baik.
Biaya tentu tergantung lokasi tempat tinggal dan sifat siswa itu sendiri.
Kalau siswanya boros, maka tentu pengeluarannya banyak. Kalau hemat, tentu saja lebih bagus.
Mari kita coba jabarkan biaya untuk hidup di Tokyo selama 1 bulan:
- Asrama sekitar 50,000 yen (tergantung lokasi ada yang lebih mahal dan juga ada yang lebih murah)
- Air, Listrik, Gas sekitar 5,000 yen
- Makan sekitar 20,000 yen
- Handphone sekitar 7,000 yen
- Dll sekitar 10,000 yen
Total per bulan sekitar 92,000 yen
Gaji Part time per bulan sekitar 95,200 yen (dengan gaji 900 yen/jam)
Masih ada sisa 3,200 yen, lumayan kan bisa ditabung.

Mahasiswa asing di Jepang boleh bekerja paruh waktu maksimal 28 jam/minggu dan untuk gajinya bisa mendapat 800-1,200 yen/jam tergantung lokasi dan jenis pekerjaannya.

Part time sangatlah bagus bagi mahasiswa asing, karena bisa melatih komunikasi dalam bahasa Jepang dan juga bisa mendapat banyak teman dan pengalaman.
Pengalaman part-time juga akan menjadi suatu cerita yang membanggakan selama menimba ilmu di Jepang loh!

Mengenai info lain tentang kehidupan di Jepang, bisa dicek di sini juga :)

       

5/07/2015

Koinobori dan Anak-Anak Jepang

Konnichiwa (^O^)/

Tidak terasa kita telah memasuki awal bulan Mei di tahun 2015. Waktu terasa berlalu dengan cepat ya. Hari ini kami akan membahas mengenai koinobori di Jepang. Yuk disimak!

Bulan Mei di Jepang identik dengan libur Golden Week (atau libur panjang selama 1 minggu) yang umumnya dimulai pada akhir bulan April hingga awal bulan Mei sekitar tanggal 6. Nah, di akhir libur panjang ini, terdapat perayaan hari anak-anak atau yang disebut dengan Kodomo no Hi yang jatuh pada tanggal 5 Mei tiap tahunnya. 


Perayaan ini diramaikan dengan bendera koinobori yang dipasang di depan rumah maupun di dekat sungai. Walaupun disebut sebagai hari anak-anak, namun perayaan ini sebenarnya dikhususkan kepada para anak laki-laki. Kalau kamu sedang berada di Jepang pada saat perayaan ini berlangsung, kamu akan melihat banyak sekali bendera bergambar ikan berkibar dengan berbagai warna dan ukuran.

Nah, bendera berbentuk ikan itu disebut Koinobori dalam Bahasa Jepang. Kata "koinobori" jika ditelaah lebih lanjut, berasal dari kata Koi yang artinya jenis ikan Koi dan nobori yang artinya naik.  Makna dari pengibaran tersebut adalah mendoakan anak laki-laki yang ada di dalam keluarga agar dapat sukses dalam hidupnya dan dapat bertahan walaupun banyak halangan yang menimpa. Pengibaran ini telah dilakukan sejak zaman pertengahan Edo di Jepang yang dimulai oleh kelas samurai.


Oh iya, pengibaran koinobori ini memiliki caranya sendiri, lho. Dalam 1 set bendera, kamu bisa melihat benda-benda berikut:

1. Bola naga (ryudama) yang dipasang di bagian atas tiang.
2. Roda berjari anak panah (yaguruma) yang dipasang setelah ryudama.
kedua benda di atas dipercaya memiliki kemampuan untuk mengusir roh jahat.
3. Bendera yang memiliki 5 warna berbeda (fukiganashi), yang melambangkan 5 unsur alam yang dipercaya dapat menangkal segala macam penyakit.
4. Koinobori berwarna hitam (magoi), yang melambangkan sosok ayah yang bertanggung jawab pada keluarganya.
5. Koinobori berwana merah (higoi), yang melambangkan sosok ibu yang memiliki jiwa penyemangat dan cinta dalam menjaga dan merawat keluarga.
6. Koinobori berwarna biru, yang melambangkan putra sulung.
7. Koinobori berwarna hijau, yang melambangkan putra kedua dan seterusnya.


 (perlu diketahui, ukuran koinobori semakin kecil ke bawah, seperti yang tampak pada gambar berikut.)

Walaupun koinobori dikhususkan untuk anak laki-laki, namun dewasa ini orang Jepang juga memasang koinobori untuk anak perempuannya dengan warna-warna cerah.


Kalau kamu ingin menikmati suasana perayaan ini, kamu bisa mengunjungi sungai Sagamihara yang letaknya sekitar 2 jam dari Tokyo. Memang jaraknya sedikit jauh, tapi wajib kamu datangi karena selain bisa melihat pemandangan banyaknya koinobori yang dikibarkan, kamu juga bisa memakan makanan jalan (street food) Jepang di area ini.

Semoga bermanfaat.
Cheers,

~Study Go Japan~ (Monica)

Image sources: Google Images

    

4/30/2015

Program Pascasarjana Jurusan IT di Kyoto College of Graduate Studies for Informatics

Postingan JFC kali ini akan memberikan info khusus bagi kalian yang ingin melanjutkan S2 jurusan IT di Jepang.

      LULUS S1? ingin lanjut S2 di Jepang jurusan IT??
      LULUS D3? ingin lanjut S2 di Jepang jurusan IT??

      Jawabannya BISA

Kenapa?! karena Kyoto College of Graduate Studies For Informatics (KCG) membuka pendaftaran bagi lulusan S1 maupun D3 dengan jurusan apapun.
Setelah lulus S2, gelar yang didapat adalah Master of Science in Information Technology.
Wah menyenangkan sekali ya, tidak punya basic IT, tapi bisa kuliah S2 jurusan IT.
Bagi yang tidak punya basic IT sama sekali, bisa ambil jurusan Web Business Technology dimana akan diajarkan ilmu-ilmu dasar IT.

Selain itu, bagi lulusan S1/D3 jurusan IT juga pastinya bisa apply di universitas ini. 
Karena akan ada jurusan Web System Development atau jurusan Content Business dimana kemampuan IT yang sudah dimiliki akan lebih dikembangkan lagi.

Supaya bisa masuk universitas ini, hanya satu persyaratan yang harus dipenuhi secara mutlak yaitu harus memiliki sertifikat JLPT N2.

Oleh karena itu, Kyoto College of Graduate Studies For Informatics (KCG) bekerja sama dengan Kyoshin Language Academy (KLA) menawarkan program berikut kepada para pelajar Indonesia.

Apabila siswa belajar bahasa Jepang di KLA sebelum masuk KCG, maka akan dapat DISKON 50% untuk biaya kuliah di KCG.

Lokasi KLA dan KCG yang tidak jauh, membuat siswa akan sangat mudah mencari informasi mengenai KCG selama belajar bahasa Jepang di KLA.

KLA sendiri merupakan sekolah bahasa di Kyoto yang lokasinya sangat strategis dan nyaman untuk belajar sehingga dapat dengan cepat mencapai JLPT N2 dalam waktu 1-1,5 tahun.

KLA memiliki guru pembimbing yang bisa berbicara bahasa Indonesia, sehingga siswa yang baru datang dan tidak bisa bahasa Jepang sama sekali tidak perlu risau!! 







Info lebih lanjut hubungi:
Japan Future Center
021-2960-7298
LINE ID: japanfuture







4/28/2015

Beasiswa Sekolah Bahasa Jepang

Intake Oktober 2015


Minna san!!! Ogenki desuka?


Kali ini JFC akan memberikan informasi menarik mengenai BEASISWA ke Jepang^^

Salah satu sekolah bahasa yang berlokasi di Saitama, Jepang yaitu Yono Gakuin Japanese Language School merupakan sekolah bahasa yang sudah berdiri sejak tahun 1988 oleh Daijiro Tani, terletak di prefektur Saitama, Jepang. Dengan kurikulum dan pengajaran yang berkualitas, Yono Gakuin sudah cukup mencetak banyak lulusan yang diterima di universitas negeri atau universitas swasta favorit di Jepang. Selain itu, kegiatan yang menunjang siswa untuk mengenal budaya dan meningkatkan kemampuan percakapan juga sangat banyak. Hampir setiap bulan ada kegiatan seperti, ohanami, study tour, kunjungan ke universitas, festival, dan masih banyak lagi. 

Yono Gakuin juga mempunyai sistem "support part-time job" yang membantu siswa untuk mencari part-time job. Tentu saja karena terletak di Saitama, yang bukan kota besar, banyak pilihan tempat part-time job dari part-time di pabrik, restoran, convinience store, dan lain-lain.



Lingkungan sekitar sekolah yang ramah dan nyaman untuk ditinggali. Sekolah menyediakan asrama atau bahkan homestay sebagai tempat tinggal. Ada banyak kegiatan di sini yang bisa membuat meningkatkan kemampuan bahasa Jepang.

Melihat banyak sekali pelajar Indonesia yang ingin belajar ke Jepang, Yono Gakuin bekerja sama denga Japan Future Center (JFC) memberikan kesempatan bagi pelajar Indonesia dengan menawarkan BEASISWA potongan biaya sekolah 50%. 

Untuk mendapakan beasiswa tersebut, tentu harus memenuhi persyaratan dan melalui 2 tahap seleksi. Berikut rinciannya:

Syarat:
1. Minimal memiliki Ijazah SMA atau sederajat. (Usia harus kurang dari 26)
2. Memiliki minat belajar ke Jepang selama satu tahun atau lebih dimulai dari Oktober 2015.
3. Terbuka juga bagi yang punya rencana S1/S2 atau sekolah kejuruan di Jepang.

Proses Seleksi:
1. Tahap seleksi dokumen
- Isi fomulir aplikasi
- Membuat karangan (sakubun/essay). Minimal 400 karakter untuk Japanese atau 200 kata untuk     English. Tema: "What I want to do in Japang" atau "日本へ留学してやりたいこと"
2. Tahap wawancara. Setelah lolos seleksi dokumen, pelamar akan diwawancara oleh Yono Gakuin via Skype.

Deadline pengumpulan dokumen: Jumat, 8 Mei 2015
Untuk mendapatkan formulir aplikasi, caranya adalah sebagai berikut:
Like Official Page Facebook Japan Future Center, klik di sini. Setelah itu kirim email konfirmasi ke info@study-go-japan.com dengan subjek: Beasiswa Yono Gakuin.

Presentasi tentang beasiswa ini akan diadakan tanggal 29 April 2015. FREE!

Info lebih lanjut hubungi:
Japan Future Center
021-2960-7298
LINE ID: japanfuture

4/01/2015

5 Spot untuk Hanami-an di Tokyo

Halo \(^O^)/

Wah, tidak terasa sudah masuk bulan April, musim semi sudah datang!

Musim semi di Jepang identik dengan kegiatan hanami atau yang disebut juga kegiatan menikmati mekarnya bunga Sakura. Taukah kamu kalau bunga Sakura hanya mekar selama kurang lebih 2 minggu saja? Panas dinginnya cuaca di wilayah mempengaruhi lama mekarnya bunga Sakura. Jadi, jika cuaca menjadi panas, bunga Sakura biasanya mulai berguguran.

Oleh karena waktu mekarnya yang singkat inilah, orang Jepang umumnya suka menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman untuk menikmati indahnya bunga Sakura di taman maupun beberapa lokasi lain yang terkenal sebagai spot untuk hanami-an. Pada postingan kali ini, kami akan memperkenalkan 5 tempat bagus untuk melakukan hanami di Tokyo. Yuk disimak!

1. Shinjuku Gyoen


Taman ini merupakan salah satu taman yang paling direkomendasikan sebagai spot hanami di Tokyo. Selain dapat dicapai dengan berjalan kaki 10 menit dari stasiun Shinjuku, taman ini juga memiliki area yang luas, sehingga tidak penuh sesak dengan pengunjung lainnya. Taman ini juga memiliki berbagai jenis pohon sakura yang waktu mekarnya termasuk bervariasi, lho. Jadi, buat kamu yang tidak sempat melihat mekarnya bunga Sakura di awal bulan, masih bisa melihat bunga Sakura bermekaran di pertengahan bulan. Biasanya pohon Sakura di taman ini mulai bermekaran pada awal bulan April. 

Tiket masuk: 200 yen
Jam buka: 9.00 ~ 16.30

2. Ueno Park


Taman Ueno terkenal sebagai spot untuk melakukan pesta hanami. Biasanya taman ini disesaki pengunjung dari berbagai wilayah karena deretan pohon sakura yang terdapat di sepanjang jalan taman, yang terlihat sangat indah. Selain itu, pada malam hari, pohon-pohon sakura ini juga dihiasi lampu kerlap-kerlip, sehingga pengunjung dapat menikmati suasana malam taman ini. Pohon Sakura di taman ini biasanya mulai bermekaran 2-3 hari lebih awal daripada tempat lain di Tokyo.

Tiket masuk: -
Hiasan lampu mulai dinyalakan pukul 17.30 ~ 20.00 
 
3. Chidorigafuchi


Tempat ini menyajikan pemandangan yang paling menakjubkan dari mekarnya bunga Sakura di Jepang. Selain dikarenakan dekat dengan kastil zaman Edo dahulu, adanya sungai yang terdapat di tempat ini, membuat suasana menjadi indah. Kamu bisa menyewa perahu untuk dikayuh di sungai dan menikmati indahnya bunga sakura dari tengah sungai juga, lho. Pada malam hari, pohon-pohon sakura ini juga dihiasi lampu-lampu kecil yang tak kalah indahnya.

Tiket masuk: -
Hiasan lampu mulai dinyalakan pukul 18.00 ~ 22.00

4. Meguro River


Deretan pohon Sakura di sepanjang sungai Meguro membuat kawasan ini menjadi salah satu spot favorit untuk melakukan hanami di Tokyo. Oh iya, kamu juga bisa mengikuti Nakameguro Sakura Festival yang biasanya diadakan pada awal bulan April.

Tiket masuk:-
Hiasan lampu dinyalakan hingga pukul 21.00 

5. Koishikawa Korakuen 


Berbeda dengan 4 lokasi di atas, Koishikawa Korakuen menawarkan pemandangan kebun tradisional Jepang dengan mekarnya bunga Sakura. Pohon Sakura yang terdapat di taman ini juga sangat beragam. Salah satu pohon yang cukup terkenal adalah "Weeping Cherry Blossom" atau Pohon Sakura yang batangnya menjulur ke bawah. Pohon ini biasanya mekar lebih awal dibandingkan dengan pohon lainnya yang terdapat di taman ini.

Tiket masuk: 300 yen
Jam buka: 9.00 ~ 17.00

Kalau kamu mengunjungi Jepang pada saat musim semi, jangan lupa untuk mengunjungi salah satu lokasi di atas ya. 

Semoga bermanfaat.

Cheers,
~Study Go Japan~ (Monica)

Image source: Google Images