Showing posts with label wisata ke jepang. Show all posts
Showing posts with label wisata ke jepang. Show all posts

5/07/2015

Koinobori dan Anak-Anak Jepang

Konnichiwa (^O^)/

Tidak terasa kita telah memasuki awal bulan Mei di tahun 2015. Waktu terasa berlalu dengan cepat ya. Hari ini kami akan membahas mengenai koinobori di Jepang. Yuk disimak!

Bulan Mei di Jepang identik dengan libur Golden Week (atau libur panjang selama 1 minggu) yang umumnya dimulai pada akhir bulan April hingga awal bulan Mei sekitar tanggal 6. Nah, di akhir libur panjang ini, terdapat perayaan hari anak-anak atau yang disebut dengan Kodomo no Hi yang jatuh pada tanggal 5 Mei tiap tahunnya. 


Perayaan ini diramaikan dengan bendera koinobori yang dipasang di depan rumah maupun di dekat sungai. Walaupun disebut sebagai hari anak-anak, namun perayaan ini sebenarnya dikhususkan kepada para anak laki-laki. Kalau kamu sedang berada di Jepang pada saat perayaan ini berlangsung, kamu akan melihat banyak sekali bendera bergambar ikan berkibar dengan berbagai warna dan ukuran.

Nah, bendera berbentuk ikan itu disebut Koinobori dalam Bahasa Jepang. Kata "koinobori" jika ditelaah lebih lanjut, berasal dari kata Koi yang artinya jenis ikan Koi dan nobori yang artinya naik.  Makna dari pengibaran tersebut adalah mendoakan anak laki-laki yang ada di dalam keluarga agar dapat sukses dalam hidupnya dan dapat bertahan walaupun banyak halangan yang menimpa. Pengibaran ini telah dilakukan sejak zaman pertengahan Edo di Jepang yang dimulai oleh kelas samurai.


Oh iya, pengibaran koinobori ini memiliki caranya sendiri, lho. Dalam 1 set bendera, kamu bisa melihat benda-benda berikut:

1. Bola naga (ryudama) yang dipasang di bagian atas tiang.
2. Roda berjari anak panah (yaguruma) yang dipasang setelah ryudama.
kedua benda di atas dipercaya memiliki kemampuan untuk mengusir roh jahat.
3. Bendera yang memiliki 5 warna berbeda (fukiganashi), yang melambangkan 5 unsur alam yang dipercaya dapat menangkal segala macam penyakit.
4. Koinobori berwarna hitam (magoi), yang melambangkan sosok ayah yang bertanggung jawab pada keluarganya.
5. Koinobori berwana merah (higoi), yang melambangkan sosok ibu yang memiliki jiwa penyemangat dan cinta dalam menjaga dan merawat keluarga.
6. Koinobori berwarna biru, yang melambangkan putra sulung.
7. Koinobori berwarna hijau, yang melambangkan putra kedua dan seterusnya.


 (perlu diketahui, ukuran koinobori semakin kecil ke bawah, seperti yang tampak pada gambar berikut.)

Walaupun koinobori dikhususkan untuk anak laki-laki, namun dewasa ini orang Jepang juga memasang koinobori untuk anak perempuannya dengan warna-warna cerah.


Kalau kamu ingin menikmati suasana perayaan ini, kamu bisa mengunjungi sungai Sagamihara yang letaknya sekitar 2 jam dari Tokyo. Memang jaraknya sedikit jauh, tapi wajib kamu datangi karena selain bisa melihat pemandangan banyaknya koinobori yang dikibarkan, kamu juga bisa memakan makanan jalan (street food) Jepang di area ini.

Semoga bermanfaat.
Cheers,

~Study Go Japan~ (Monica)

Image sources: Google Images

    

4/01/2015

5 Spot untuk Hanami-an di Tokyo

Halo \(^O^)/

Wah, tidak terasa sudah masuk bulan April, musim semi sudah datang!

Musim semi di Jepang identik dengan kegiatan hanami atau yang disebut juga kegiatan menikmati mekarnya bunga Sakura. Taukah kamu kalau bunga Sakura hanya mekar selama kurang lebih 2 minggu saja? Panas dinginnya cuaca di wilayah mempengaruhi lama mekarnya bunga Sakura. Jadi, jika cuaca menjadi panas, bunga Sakura biasanya mulai berguguran.

Oleh karena waktu mekarnya yang singkat inilah, orang Jepang umumnya suka menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman untuk menikmati indahnya bunga Sakura di taman maupun beberapa lokasi lain yang terkenal sebagai spot untuk hanami-an. Pada postingan kali ini, kami akan memperkenalkan 5 tempat bagus untuk melakukan hanami di Tokyo. Yuk disimak!

1. Shinjuku Gyoen


Taman ini merupakan salah satu taman yang paling direkomendasikan sebagai spot hanami di Tokyo. Selain dapat dicapai dengan berjalan kaki 10 menit dari stasiun Shinjuku, taman ini juga memiliki area yang luas, sehingga tidak penuh sesak dengan pengunjung lainnya. Taman ini juga memiliki berbagai jenis pohon sakura yang waktu mekarnya termasuk bervariasi, lho. Jadi, buat kamu yang tidak sempat melihat mekarnya bunga Sakura di awal bulan, masih bisa melihat bunga Sakura bermekaran di pertengahan bulan. Biasanya pohon Sakura di taman ini mulai bermekaran pada awal bulan April. 

Tiket masuk: 200 yen
Jam buka: 9.00 ~ 16.30

2. Ueno Park


Taman Ueno terkenal sebagai spot untuk melakukan pesta hanami. Biasanya taman ini disesaki pengunjung dari berbagai wilayah karena deretan pohon sakura yang terdapat di sepanjang jalan taman, yang terlihat sangat indah. Selain itu, pada malam hari, pohon-pohon sakura ini juga dihiasi lampu kerlap-kerlip, sehingga pengunjung dapat menikmati suasana malam taman ini. Pohon Sakura di taman ini biasanya mulai bermekaran 2-3 hari lebih awal daripada tempat lain di Tokyo.

Tiket masuk: -
Hiasan lampu mulai dinyalakan pukul 17.30 ~ 20.00 
 
3. Chidorigafuchi


Tempat ini menyajikan pemandangan yang paling menakjubkan dari mekarnya bunga Sakura di Jepang. Selain dikarenakan dekat dengan kastil zaman Edo dahulu, adanya sungai yang terdapat di tempat ini, membuat suasana menjadi indah. Kamu bisa menyewa perahu untuk dikayuh di sungai dan menikmati indahnya bunga sakura dari tengah sungai juga, lho. Pada malam hari, pohon-pohon sakura ini juga dihiasi lampu-lampu kecil yang tak kalah indahnya.

Tiket masuk: -
Hiasan lampu mulai dinyalakan pukul 18.00 ~ 22.00

4. Meguro River


Deretan pohon Sakura di sepanjang sungai Meguro membuat kawasan ini menjadi salah satu spot favorit untuk melakukan hanami di Tokyo. Oh iya, kamu juga bisa mengikuti Nakameguro Sakura Festival yang biasanya diadakan pada awal bulan April.

Tiket masuk:-
Hiasan lampu dinyalakan hingga pukul 21.00 

5. Koishikawa Korakuen 


Berbeda dengan 4 lokasi di atas, Koishikawa Korakuen menawarkan pemandangan kebun tradisional Jepang dengan mekarnya bunga Sakura. Pohon Sakura yang terdapat di taman ini juga sangat beragam. Salah satu pohon yang cukup terkenal adalah "Weeping Cherry Blossom" atau Pohon Sakura yang batangnya menjulur ke bawah. Pohon ini biasanya mekar lebih awal dibandingkan dengan pohon lainnya yang terdapat di taman ini.

Tiket masuk: 300 yen
Jam buka: 9.00 ~ 17.00

Kalau kamu mengunjungi Jepang pada saat musim semi, jangan lupa untuk mengunjungi salah satu lokasi di atas ya. 

Semoga bermanfaat.

Cheers,
~Study Go Japan~ (Monica)

Image source: Google Images

    

3/26/2015

Museum Part 2: Mari Berkunjung ke Museum Ramen!

Halo (^O^)/

Adakah teman-teman JFC yang doyan makan ramen Jepang?
Biasanya doyan makan ramen apa nih? Miso Ramen, Shiyo Ramen?

Pada postingan kali ini, kami akan membahas museum ramen yang ada di Shin Yokohama, Jepang. Penasarn? Yuk lanjutin baca artikelnya.

Shin-Yokohama Ramen Museum
Sesuai dengan letaknya yang dekat dengan stasiun Shin Yokohama, museum ini dinamakan "Shin-Yokohama Ramen Museum". Museum ini dibangun pada tanggal 6 Maret 1994 dengan konsep theme park makanan. Di sini kita bisa mencicipi segala jenis ramen yang di jual di berbagai wilayah di Jepang, tanpa harus terbang ke wilayah tersebut. Mereka juga menyediakan ramen halal, lho! Kita juga bisa belajar mengenai asal muasal ramen yang konon katanya pada zaman dahulu mendapat pengaruh dari mie yang dibawa oleh orang Cina. 



Tidak hanya itu, kita juga bisa menikmati suasana toko yang berjualan permen dan makanan lainnya, yang didesain dengan konsep shopping street zaman dulu di bangunan museum ini. Oh iya, kamu juga bisa membuat ramen versi kamu sendiri juga, lho. Kamu cukup mengeluarkan uang tiket (dewasa 310 yen, anak-anak 6-12 tahun dan orangtua (60 tahun ke atas) 100 yen, grup terdiri dari 15 orang atau lebih: dewasa 260 yen, anak-anak dan orangtua 50 yen) yang tidak terlalu mahal dan kamu sudah bisa menikmati serunya belajar tentang  ramen Jepang. Seru kan?




Bagi kalian yang ingin mengunjungi museum ini, bisa menggunakan rute kereta yang tertulis di website resminya. Perjalanan dari Tokyo atau Shinjuku akan memakan waktu sekitar 50 menit, dari Narita memakan waktu kurang lebih 2 jam. Oh iya, sebelum mengunjungi museum ini, ada baiknya kalian mengecek jadwal bukanya terlebih dahulu, karena terkadang museum ini tutup untuk perawatan bangunannya. Kalau mau upload foto-foto selama di museum ini, kamu bisa menggunakan wifi gratis yang disediakan di museum ini. Username dan password-nya bisa kamu dapatkan di website resminya di sini

*Photo credits: Shin-Yokohama Ramen Museum website
 Cheers,
-Study Go Japan- (Monica)

    



3/13/2015

Fukubukuro: Tas Keberuntungan di Jepang!

Halo (^O^)/

Pada postingan kali ini, kami akan membahas mengenai 福袋 (dibaca: fukubukuro) di Jepang. Apakah kamu sudah pernah mendengar atau mengetahui tentang fukubukuro ini?

Kalau dilihat dari tulisan kanjinya, fukubukuro terdiri dari kanji 福 (dibaca: fuku) yang artinya keberuntungan dan 袋 (dibaca: fukuro/bukuro) yang artinya kantung atau tas. Jadi, fukubukuro dapat diartikan sebagai tas atau kantung keberuntungan. Kenapa disebut begitu? Karena semua barang yang terdapat di dalam tas tersebut dijual dengan 1 harga saja, misalnya 10.000 yen. 


Kamu bisa menemukan fukubukuro di Jepang pada akhir tahun dan awal tahun baru, karena hampir seluruh toko di Jepang ikut berpartisipasi menyediakan fukubukuro khas toko mereka. Sebenarnya, fukubukuro ini merupakan salah satu tradisi di Jepang dalam menyambut tahun baru. Penduduk Jepang percaya bahwa ketika menyambut tahun baru, sebaiknya barang-barang pada tahun sebelumnya dibersihkan seluruhnya agar dapat digantikan dengan keberuntungan di awal tahun baru. 

Adanya kepercayaan seperti itu, membuat para pemilik toko di Jepang menjual produk-produk tahun sebelumnya dengan cara memasukkan produk tersebut ke dalam kantung tertutup dan dijual dengan harga yang murah. Walaupun kita dapat membeli kantung ini dengan harga murah, bukan berarti kualitasnya jelek lho. Kualitas produk yang dijual masih bagus bahkan terkadang ada juga produk keluaran terbaru.


Fukubukuro ini mudah dikenali karena biasanya berwarna merah dan memiliki tulisan 福 di depan kantungnya. Isinya dapat berbagai macam, mulai dari pakaian hingga gadget terbaru seperti produk Apple. Namun, kita tidak bisa melihat isi kantung dan memilih produk yang kita inginkan saja  karena biasanya sudah dibungkus rapi oleh pemilik toko. Jadi, benar-benar tergantung dari keberuntungan kita.



Kalau kamu ingin membeli fukubukuro, kami sarankan untuk mendatangi toko favorit kamu lebih awal. Alasannya, untuk beberapa toko terkenal, seperti Apple, banyak orang-orang yang rela mengantri dari jam 5 pagi demi mendapatkan fukubukuro Apple. Harganya bervariasi, mulai dari 5000 yen hingga 100.000 yen, tergantung toko apa yang kamu kunjungi. Membeli fukubukuro ini mungkin dapat diibaratkan dengan belanja midnight sale yang sering diadakan di shopping mall di Indonesia.



Beberapa produk yang terdapat dalam Fukubukuro Apple

Gimana? tertarik untuk membeli fukubukuro juga? Jangan lupa siapin budget lebih ya, karena biasanya banyak godaan ketika membeli kantung keberuntungan ini.

Semoga bermanfaat.
Cheers,
 ~Study Go Japan~ (Monica)

    

2/25/2015

Museum Part 1: Yūshūkan, Museum Pahlawan Jepang


Kuil Yasukuni tampak luar dengan pagar tembok. Terdapat tulisan "Kuil Yasukuni".
Foto oleh: CA (2012)

Yūshūkan


  Yūshūkan merupakan museum perang Jepang yang berlokasi di komplek Kuil Yasukuni. Museum ini menyimpan semua rekam jejak sejarah perang dan militer Jepang terutama berkisar pada awal zaman kontemporer Jepang sampai berakhirnya Perang Dunia II.


Yūshūkan
Sumber Gambar: Website Resmi Kuil Yasukuni
(http://www.yasukuni.or.jp)


Kontroversi Kuil Yasukuni

  Kuil yasukuni disebut juga kuil paling kontroversial di Asia Timur. Pasalnya kuil pahlawan Jepang ini sensitif sekali dengan masalah sejarah untuk semua negara di Asia Timur. Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, pada tahun 2013, tepat setahun pengangkatannya menjadi perdana menteri, yaitu tanggal 26 Desember 2013 berziarah ke Kuil Yasukuni, yang merupakan tempat bersemayamnya arwah patriot-patriot Jepang. Setelah Perdana Menteri Koizumi, PM Abe adalah kali pertama yang berziarah semenjak era Koizumi. Berziarah ke kuil Yasukuni dianggap menyinggung masa lalu negara tetangga Jepang, yaitu Tiongkok, dan Korea Selatan. Setiap kali perdana menteri Jepang yang berziarah ke Kuil Yasukuni selalu disambut dengan demonstrasi warga Tiongkok. Warga Tiongkok menganggap Jepang tidak menghormati dan menghargai perasaan warga Tiongkok.

PM Abe Berziarah ke Kuil Yasukuni

Demonstarsi di Cina Menentang Ziarah Yasukuni

  Jika kita menengok ke belakang, Jepang merupakan monster bagi penduduk Tiongkok dan Semenanjung Korea. Invasi Jepang menyebabkan meletusnya Perang Dunia II di kawasan Asia Timur. Cerita-cerita yang menggambarkan mengenai kekejaman serdadu Jepang di Tiongkok, banyak tertuang dalam buku, novel, film dll. Di lain sisi, Jepang menganggap berakhirnya perang, berarti berakhir pula masa kelam Jepang bergelut dengan perang. Patriot-patriot Jepang yang gugur dipandang sebagai ksatria yang gugur karena membela negaranya. Warga Jepang yakin arwah-arwah mereka bersemayam dengan tenang di Kuil Yasukuni.

Sejarah Kuil Yasukuni

  Asal mula Kuil Yasukuni adalah berawal dari Kuil Tokyo Shokan yang didirikan pada tanggal 29 Juni 1896 (Meiji tahun ke-2), yang pada waktu itu Jepang lahir sebagai negara modern yang bersatu setelah terjadi revolusi besar dalam sejarah, yaitu, Restorasi Meiji. Sebelumnya Jepang merupakan negara tertutup dibawah pemerintahan Keshogunan Tokugawa, yang berlangsung selama hampir kurang lebih 250 tahun lamanya. Aktifitas perdagangan dan hubungan dengan negera luar dibatasi oleh keshogunan. Tetapi setelah itu Amerika Serikat datang menuntut Jepang membuka diri dan membangun tatanan negara asia yang maju. Kelompok pro dan penentang permintaan Amerika Serikat ini tumbuh beriringan dan mengakibatkan terjadinya konflik besar di dalam negeri Jepang. Keshogunan Tokugawa yang kehilangan kekuatan dalam menghadapi situasi seperti ini terpaksa menyerahkan kekuasaannya ke tangan kaisar, dan Jepang lahir sebagai negara baru yang modern dengan kaisar sebagai pusat pemerintahan.

Tokyo Shokonsha pada tahun 1873
Sumber Gambar: Wikipedia

  Ujian Jepang untuk menjadi negara maju dan modern tidak cukup sampai situ. Belum lama setelah Restorasi Meiji, Perang Boshin pun meletus, dan mengakibatkan Jepang kehilangan banyak prajurit dalam perang saudara ini. Dari sinilah Kaisar Meiji lalu membangun Kuil Shokan untuk menghormati arwah prajurit yang gugur dalam perang. Kaisar Meiji ingin arwah dan nama-nama prajurit yang gugur dalam perang bisa terus diingat oleh generasi berikutnya sebagai pahlawan yang dengan gigih bertarung untuk satu tujuan, yaitu negara maju dan modern. Kuil Shokan inilah yang sekarang bernama Kuil Yasukuni, yang diubah namanya pada tanggal 4 Juni 1879 (Meiji tahun ke-12).

Kunjungan Adolf Hitler (Oktober 1938)
Sumber Gambar: Wikipedia

Tujuan Kuil Yasukuni

  Di dalam Kuil Yasukuni bersemayam arwah-arwah prajurit yang gugur dalam berbagai perang saudara, diantaranya, Perang Boshin, Pemberontakan Saga, Perang Sainan, yang merupakan gejolak yang dialami Jepang dalam mewujudkan negara maju dan modern. Selain itu, tokoh-tokoh restorasi seperti Sakamoto Ryoma, Toshida Shoin, Takasugi Shinsaku, Hashimoto Sanai, lalu prajurit-prajurit yang gugur dalam beberapa peperangan besar seperti, Perang Jepang-Tiongkok, Perang Jepang Rusia, Perang Dunia I, Insiden Manchuria, Perang Asia Pasifik (Perang Dunia II), dan sebagainya, semua bersemayam di kuil ini. Terhitung 2.646.000 arwah bersemayam di kuil ini.

Kunjungan Pasukan Angkatan Laut Nazi Jerman (Maret 1937)
Sumber Gambar: Wikipedia

  Kuil Yasukuni juga tidak hanya tempat bersemayamnya para prajurit di medan perang, petugas medis dalam perang, personil sipil, dan semua yang turut terjun membantu peperangan di garis belakang juga disemayamkan di sini. Bahkan orang Jepang yang gugur dalam peperangan yang berasal dari Taiwan dan Semenanjung Korea, serta para tawanan Perang Dunia II yang tewas pada saat hendak dikirim ke Siberia, dan seluruh tawanan perang pada Perang Asia Pasifik juga bersemayam di sini.

  Semua orang yang disemayamkan di Kuil Yasukuni tidak dibedakan berdasarkan status, pangkat, prestasi, serta jenis kelamin, semua melebur dalam satu persemayaman sebagai arwah yang dihormati oleh tanah air dan bangsa. Itu merupakan tujuan dari Kuil Yasukuni itu sendiri. Orang-orang yang gugur untuk negaranya sendiri, 2.646.000 arwah yang bersemayam di Kuil Yasukuni adalah orang-orang yang diyakini dan dihormati semua orang Jepang sebagai arwah pahlawan yang melindungi tanah air dan bangsa Jepang.

Kuil Yasukuni Pada Malam Tahun Baru
Sumber Gambar: Website Resmi Kuil Yasukuni
(http://www.yasukuni.or.jp)

Kuil Yasukuni dan Orang Jepang

  Dari dulu orang Jepang percaya bahwa orang yang sudah tiada akan terus bersemayam dan tinggal di tanah air Jepang dan terus melindungi seluruh keturuan dan cucu mereka. Oleh karena itu orang Jepang masih percaya arwah yang sudah tiada menjelma sebagai dewa bagi mereka. Sampai sekarang budaya itu terus diwariskan hingga cucu-cicit. Mereka percaya orang yang meninggal di setiap keluarga akan menjadi dewa pelindung keluarga tersebut, dan oleh karena itu orang Jepang mempercayai keberadaan arwah dewa terebut yang membuat negara Jepang ada hingga sekarang. Dengan itu keberadaan makam di Jepang sangat dipelihara dan dihormati orang Jepang, khususnya makam tempat bersemayam para patriot Jepang, seperti Kuil Yasukuni dan lainnya merupakan bagian dari budaya yang tak terpisahkan dari warisan luhur orang Jepang.

Kuil Yasukuni Pada Musim Semi

Kuil Yasukuni Pada Musim Panas

Kuil Yasukuni Pada Musim Gugur

Kuil Yasukuni Pada Musim Dingin
Sumber Gambar: Website Resmi Kuil Yasukuni
(http://www.yasukuni.or.jp)

Asal Nama Yūshūkan

  Meminjam pepatah Tiongkok klasik dari seorang filsuf dan konfusian Xunzi, yang berbunyi, 「君子居必郷擇 遊必士就」 dengan arti kira-kira seperti ini, seseorang akan memilih kotanya karena lingkungan sekitarnya baik, dan jika kota tersebut berubah menjadi buruk ia akan bergaul dengan orang yang baik untuk menciptakan lingkungan yang baik. Kata yang berarti "bermain" dalam hal ini mengandung banyak makna, terutama merujuk pada kata "bergaul", "berpetualang", sedangankan kata merujuk pada kata "belajar". Pepatah di atas dapat ditafsirkan secara bebas sesuai dengan apa yang ingin dijadikan tujuan dari makna pepatah tersebut. Agar dapat dipahami secara terang untuk sebuah tujuan dari makna museum, maka lebih sederhana bila kita artikan seperti ini, "berpetualang di suatu kota untuk mendapatkan ilmu pengetahuan". Dengan begini kata dalam Bahasa Jepang dibaca Yū, dan dibaca S, serta dibaca Kan yang artinya "gedung". Lalu tujuan museum ini sendiri adalah untuk belajar dari jasa-jasa pahlawan dengan mengunjungi tempat persemayamannya, maka museum ini diberi nama Yūshūkan.

Kanji Yūshūkan
Sumber Gambar: Website Resmi Kuil Yasukuni
(http://www.yasukuni.or.jp)


Sejarah Yūshūkan

  Pembangunan Yūshūkan pertama tercetus pada sekitar berakhirnya Perang Sainan, tahun 1877 (Meiji tahun ke-10). Lalu pada tahun 1879 (Meiji tahun ke-12) Jendral Angkatan Darat Tentara Kekaisaran Imperial Jepang, Perdana Menteri Jepang ke-3, Yamagata Aritomo, memprakarsai rencana berdirinya musuem untuk menyimpan semua senjata perang sepanjang sejarah Jepang dan untuk menghormati arwah pahlawan Jepang, dengan arsitektur bergaya Italia. Tahun 1881 (Meiji tahun ke-14) pembangunan dengan gaya arsitek Italia dimulai, tanggal 25 Februari 1882 (Meiji tahun ke-15) diadakan upacara peresmian pembukaan museum. Sedangkan nama museum diresmikan oleh Menteri Rumah Tangga Kekaisaran, Tanaka  Mitsuaki.

Yūshūkan Zaman Meiji
Sumber Gambar: Website Resmi Kuil Yasukuni
(http://www.yasukuni.or.jp)

  Yūshūkan terus menjadi museum kebanggaan Jepang sampai melewati masa Perang Jepang-Tiongkok, Perang Jepang-Rusia, Perang Dunia I, bahkan dilakukan peremajaan dan penambahan gedung baru. Namun pada tahun 1923 (Taisho tahun ke-12) terjadi Gempa Besar Kanto yang menyebabkan rusaknya bangunan, hingga harus kembali diperbaiki.

  Tahun 1924 (Taisho tahun ke-13), untuk sementara dibangun gedung dengan skala kecil hingga pada Februari 1928 (Showa tahun ke-3), Kaisar Showa memerintahkan untuk membentuk panitia percepatan renovasi museum. Wujud museum dibangun kembali dengan arsitektur bergaya oriental modern berkat bantuan arsitek ternama Jepang di Universitas Tokyo, Ito Chuta. Pada tahun 1930 (Showa tahun ke-5) konstruksi bangunan dipercepat, hingga pada tahun berikutnya bangunan rampung, dan pada tanggal 26 April 1932 diadakan peresmian pembukaan museum yang menandakan museum dibuka secara resmi.

  Menjelang berakhirnya Perang Dunia II, bulan Mei 1945 (Showa tahun ke-20), ruangan sekitar hal utama mengalami rusak dan beberapa bangunan hancur akibat peristiwa pengeboman lewat udara oleh tentara Angkatan Udara Amerika Serikat. Perpustakaan dan barang-barang penting setelah Zaman Tokugawa banyak yang hilang. Lalu setelah Jepang kalah perang, museum dilarang beroperasi oleh pasukan pendudukan Amerika Serikat dan dialih-fungsikan sebagai kantor pusat salah satu perusahaan asuransi sampai tahun 1980 (Showa tahun ke-55).

  Memasuki tahun 1980 (Showa tahun ke-55) persiapan pembukaan museum dimulai. Pada bulan Desember 1985 (Showa tahun ke-60), renovasi museum selesai, pada bulan Juli tahun berikutnya persiapan seluruh isi museum mulai kembali ditata, hingga akhirnya museum kembali dibuka setelah 44 tahun lamanya. Hingga beranjak usia sekitar 130 tahun, sekitar tahun 2002, museum mengalami pembaharuan untuk semua fasilitas dan tampilan, menjadi menarik dan modern.

Isi Museum

  Pengunjung dapat membeli karcis seharga 800 yen untuk sekali masuk. Loket pembelian terletak tidak jauh dari pintu masuk. Setelah membeli tiket pengunjung langsung dapat menikmati petualangan sejarah yang dimulai dari lantai dua.

  Di lantai dua ini pengunjung akan disuguhkan eksibisi pembabakan zaman Jepang. Mulai dari zaman keshogunan sampai zaman kotemporer. Pada zaman keshogunan atau era samurai dipajang banyak sekali pakaian zirah kasta samurai. Terdapat juga pedang katana, dan banyak lagi koleksi lainnya. Pada eksibisi pertama ini pengunjung akan disajikan untuk menjelajahi zaman Jepang dari zaman kuno sampai zaman keshogunan terakhir, Edo.

Koleksi Pakaian Zirah

Sumber Gambar: Website Resmi Kuil Yasukuni
(http://www.yasukuni.or.jp)


  Lalu lanjut ke zaman selanjutnya yaitu, zaman akhir Edo, atau disebut juga Bakumatsu. Di eksibisi ini pengunjung disajikan secara kronologis semua kejadian dan peristiwa penting yang menandakan zaman ini, seperti kedatangan Kapal Hitam Amerika Serikat di Edo, Perang Boshin, dsb. Pengunjung dapat melihat ilustrasi alur peristiwa-peristiwa penting tersebut lewat sebuah gambar dan tulisan.

  Terus menjelajahi eksibisi, maka pengunjung akan terus menjelajahi zaman Jepang sampai pada akhir Perang Dunia II. Dari Restorasi Meiji, Perang Jepang-Tiongkok, Perang Jepang Rusia, Perang Dunia I, Perang Dunia II, dan sebagainya.



Beberapa Eksibisi dan Galeri Pembabakan Zaman
Sumber Gambar: Website Resmi Kuil Yasukuni
(http://www.yasukuni.or.jp)

  Setelah selesai berpetualang di lantai dua, rute selanjutnya adalah lantai satu. Di sini dikupas habis semua tentang Perang Asia Pasifik, atau yang kita kenal dengan Perang Dunia II. Yūshūkan memberikan perhatian pada fase ini karena memberikan pengaruh yang sangat besar sejarah bangsa Jepang. Di lantai satu ini disajikan beberapa eksibisi yang menampilkan kronologi kejadian pada Perang Asia Pasifik serta peristiwa terkait dunia yang terjadi bersamaan dengan Perang Asia Pasifik.



Eksibisi dan Galeri Perang Asia Pasifik
Sumber Gambar: Website Resmi Kuil Yasukuni
(http://www.yasukuni.or.jp)

  Tiba di fase terakhir, pengunjugn akan melihat nama-nama prajurit yang wafat selama perang. Seperti yang sudah dipaparkan di atas, tujuan museum ini adalah untuk menghormati arwah pahlawan dan memberitahukan nama-nama yang sudah berjuang demi bangsa dan negara kepada generasi berikutnya. Pada rute terakhir ini pengunjung akan melihat klimaks dari museum ini, bahwa betapa kejamnya perang fisik, agar di masa selanjutnya tragedi kemanusiaan yang terbesar sepanjang sejarah ini tidak terulang kembali.




Foto dan Nama Arwah
Sumber Gambar: Website Resmi Kuil Yasukuni
(http://www.yasukuni.or.jp)

  Setelah puas berpetualang melihat isi museum pengunjung juga dapat membeli pernak-pernik atau buku bacaan sejarah di museum ini. Museum juga menyediakan kantin untuk melepas lelah setelah berpetualang sambil menyantap hidangan kantin. Selain itu, disediakan pula toko untuk membeli oleh-oleh seperti gantungan kunci, pernak-pernik, sampai miniatur kapal perang dan bendera Jepang.


Toko Buku dan Kantin
Sumber Gambar: Website Resmi Kuil Yasukuni
(http://www.yasukuni.or.jp)

  Ada yang terlupakan dari keistimewaan museum ini. Yaitu ruang tempat penyimpanan artileri berat dan pemutaran film. sebelum memasuki rute dari petualangan museum, pengunjung dapat menyaksikan film yang memutar bagaimana bangsa Jepang melewati sejarah kelam peperangan, serta banyak pesan yang ingin disampaikan pada film tersebut. Walau kenyataanya sebagai negara yang kalah perang, Jepang dinyatakan sebagai penjahat perang, tapi pemerintah Jepang harus menjaga dan menghormati seluruh korban yang tewas untuk selalu menyampaikan bahwa perang itu sangatlah buruk, dan walaupun Jepang buruk di mata dunia, tetapi mereka yang telah tiada bagi orang Jepang merupakan pejuang yang gigih dalam membela negaranya. Dan melalui pemutaran film ini tujuan itu disampaikan. Pemutaran film biasanya diulang setiap satu jam sekali.



Sumber Gambar: Website Resmi Kuil Yasukuni
(http://www.yasukuni.or.jp)

Akses Menuju Museum

  Jika menggunakan kereta, dapat ditempuh dengan naik kereta JR, Chuo Line atau Sobu Line turun si Stasiun Ichigaya, dari situ dapat ditempuh dengan jalan kaki 10 menit.

Berpetualang Sambil Belajar

  Museum ini sangat tepat bagi kamu yang penikmat sejarah. Terlepas dari kontroversi tentang museum ini, pelajaran bagaimana menghargai sejarah dan bagaimana mengambil pelajaran dari sejarah merupakan hal yang sangat penting. Untuk itu bagi kamu yang berencana ke Jepang dan melanjutkan studi ke Jepang, sangat direkomendasikan untuk berpetualang di museum ini.

Sebuah Ideologi berbicara tentang kejayaan dan kedamaian, tapi Sejarahnya berbicara tentang kekejaman.

Selamat berpetualang!

-Study Go Japan-

Posted by